HADIAH DARI SANG PENCIPTA
16 Jan 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
Siapapun orang dimuka bumi senang bila mendapatkan suatu hadiah. Apalagi hadiah itu sesuatu yang ia butuhkan. Orang yang mendapatkan hadiah tersebut tentu akan berterima kasih kepada orang yang memberikan hadiah tersebut. Ia tentu akan mengingat-ngingat hal tersebut. Ia merasa bangga dan dihargai oleh orang yang memberikan hadiah tersebut. Terlepas orang yang memberikan hadiah tersebut ikhlas atau tidak.
Tapi tidak mungkin orang atau teman anda memberikan hadiah tersebut secara tiba-tiba atau spontan. Orang atau teman kita memberikan hadiah kepada kita tentu ada banyak alasan atau pertimbangan. Bisa jadi kita mendapatkan hadiah karena prestasi belajar kita yang bagus. Atau bagi mereka yang sudah bekerja, dikarenakan prestasi kerja kita yang memuaskan buat atasan dan berbagai alasan lain yang membuat kita mendapatkan hadiah tersebut.
Tapi pernahkah anda berfikir sejenak, setiap saat setiap detik kita mendapatkan hadiah yang berlimpah berupa nikmat sehat, nikmat panca indera yang sempurna dan nikmat-nikmat lain yang sering kita abaikan. Nikmat yang diberikan oleh Allah, nilainya amat tinggi ketimbang hadiah yang diberikan oleh manusia. Tapi kebanyakan manusia menganggap remeh hadiah yang diberikan oleh Allah. Ia tak lagi mengingat-ingat pemberian tersebut apalagi mensyukurinya. Padahal hadiah yang diberikan oleh Sang Pencipta tersebut untuk kebaikan manusia itu sendiri. Bila kita tidak mensyukuri pemberian Allah tersebut maka keburukan yang akan kita terima nantinya. Allah memberikan hadiah kepada siapa saja yang ia kehendaki, orang beriman atau kafir, tua dan muda, kaya dan miskin. Padahal sebagai mahluk ciptaan-Nya kita harus tunduk dan patuh pada perintah-Nya.
Manusia jaman sekarang banyak yang suka mengeluh dan berputus asa. Berbagai alasan yang mengisi benak pikiran manusia, menyebabkan manusia ingkar dan berpaling dari pemberian-Nya. Kita sering menemukan orang-orang yang menghambur-hamburkan waktunya untuk hal-hal yang tak berguna seperti bergosip-ria, mejeng di mall, berwisata ketempat-tempat maksiat, sehingga lupa menunaikan ibadah sholat yang lima waktu. Atau sebaliknya orang-orang yang disibukkan dengan berbagai aktifitas sosial, pekerjaan atau bisnis yang menyita waktu menyebabkan mereka luput mengingat Allah, bagi mereka waktu adalah uang dan segala-galanya.
Manusia mempunyai sifat ingin sehat tapi takut sakit, ingin kaya tapi takut miskin dan ingin umur panjang tapi takut tua dan mati. Padahal Allah menciptakan dunia ini berpasang-pasangan : ada siang dan malam, laki-laki dan perempuan, muda dan tua, kaya dan miskin, baik dan buruk, hidup dan mati serta surga dan neraka. Ketika kita mendapati diri kita miskin, bukan berarti Allah tidak sayang kepada kita, lalu kita berputus asa dan mengingkari nikmat-nikmat Allah yang lain seperti nikmat sehat dan nikmat yang lainnya. Atau bila kita mendapati diri kita kaya dan hidup berkecukupan, bukan berarti Allah membiarkan kita begitu saja. Bisa jadi Allah menguji kita dengan kekayaan yang kita miliki, apakah kita bersyukur atau malah kufur dari nikmat tersebut. Kita sering melihat orang yang diberi kelimpahan rezeki diberi cobaan berupa sakit yang kronis sehingga menguras harta mereka dan tidak bisa menikmati kekayaan yang ia miliki.
Jadi janganlah kita merasa iri dan dengki dengan apa yang orang lain miliki. Karena kebahagiaan yang hakiki adanya didalam hati anda. Bila anda bisa mengendalikan diri anda dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, niscaya kita akan menjadi orang yang paling bahagia didunia ini. Jadikan sabar dan syukur bagian dari hidup kita. Selalu instropeksi atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Dan berbuat yang terbaik selama kita masih diberi hadiah oleh Sang Pencipta.
“Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman (55): 13)
Nb.
Buat semuanya jadikanlah pemberian dari Allah sebagai hadiah yang terindah. Buat Adikku yang hendak “menyempurnakan agamanya” semoga bahagia dengan pasangannya dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Ammiin.
Nantikan tulisan berikutnya: “Susah Lihat Orang Senang, Senang Lihat Orang Susah”. Dan “Susah Nyari Kerja, Bekerja tetap Susah”
PUISI NURANI
29 Jul 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
DIAM
Dalam kesendirian, aku diam
Tak sepatahkatapun yang terucap
Mengembara alam pikiranku
Menembus cakrawala hati
Dalam keramaian, aku juga diam
Hanya mampu melihat
Bergumam dalam hati
Apa yang pantas aku ucap!
Dalam hidup ini aku lebih banyak diam
Diam…melihat kezhaliman penguasa
Diam…melihat kemiskinan yang ada
Diam…melihat kebodohan bangsaku
Diam…melihat ketidakadilan yang merajalela
Dalam diam, aku berbicara
Mengapa dan kenapa ini terjadi
Disaat aku terdiam, tak berdaya
Dimana suara-suara itu bersembunyi
Dimulut ataukah dilubuk hati
Jangan hanya diam bung, bergeraklah, majulah, mari kita rubah bangsa ini menjadi lebih baik.
PUISI JIWA
27 Jul 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
JIWA-JIWA YANG MERDEKA
Melangkah, kaki ini melangkah
Menyusuri dunia penuh gejolak nafsu
Nafsu yang diburu dan memburu
Keindahan dan kenikmatan semu
Berontak, jiwa-jiwa yang dikukung
Oleh kendali nafsu duniawi
Yang menyengsarakan dan memperbudak
Jiwa-jiwa insan yang lemah
Bebas, jiwa ini dari belenggu nafsu
Mengembara, mencari sinar putih
Yang menyinari setiap sudut
Kebebasan yang haq
Kau hujamkan dalam-dalam tekad
menangkis serbuan fatamorgana
Memerdekan jiwa, menggapai
Makna arti merdeka yang sejati
Menjadikan dunia sebagai pelabuhan
Untuk mencari bekal perjalanan
Yang panjang dan menantang
Jiwa-jiwa yang merdeka
Don’t worry be happy for all. Kesedihan hanya akan melahirkan kesedihan baru yang tak kunjung usai.
PUISI RELIGI
27 Jul 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
DZIKIR DAN FIKIR
Siang dan malam silih berganti mengikuti sunnah Illahi
Mentari terbit dan terbenam di ufuk timur dan barat
Bumi, bulan berputar mengelilingi peraduannya
Berzikir dan tunduk pada kekuasaan Maha Pencipta
Demi masa, yang tak pernah berhenti beranjak
Hamba-Mu merenung dan bermunajat
Mengimani kebesaran dan Kekuasaan-Mu
Tunduk dan pasrah pada kudrat dan takdir Illahi
Tak henti jiwaku berzikir memuji-Mu
Memohon ampunan dan kasih sayang
Menyapu debu yang mengotori hati
Membebaskan diri dari belenggu nafsu duniawi
Ya Rabb,
Yang menguasai jiwa-jiwa yang lemah
Jadikan hamba insan yang bertaqwa
Pandai mensyukuri nikmat-Mu
Dengan lisan dan amal perbuatan
Pada saat kita diam, semestinya hati dan lisan kita tetap berzikir memuji Asma-Nya. Tuhan yang Maha Berkuasa atas diri kita.
PUISI ASA
20 Jul 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
MENGGAPAI CITA
Dari mana aku harus memulai
Langkah panjang yang penuh pengorbanan
Merajut impian, menggapai cita-cita
Meraih kemenangan yang hakiki
Dari sinilah
Kukuatkan azam, kuperbanyak bekal
Menggali dan menemukan potensi diri
Menambah keyakinan pada Illahi
Ku telah melangkah,
Tak’kan ku berhenti disimpang jalan
Atau takluk pada tantangan
Yang datang silih berganti
Pada-Mu Illahi kupanjatkan do’a
Beri aku ketegaran dalam berjuang
Jangan biarkan aku takluk pada syaitan
Yang selalu menghalangi insan beriman
Kan kutundukkan dunia ini,
Ada dalam genggaman tangan
Kan kugapai cita dan harapan,
Agar diri ini menjadi insan pemenang
Selamat berjuang buat para sahabat, gapai cita-citamu selagi Allah memberikan kesempatan. Mari Bangkit dari kegagalan dan keputus-asaan. Kunci sukses ada di diri Anda dan Kuasa Illahi.
PUISI HATI
20 Jul 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak Berkategori
BUNGA INDAH DIDALAM TAMAN
Dari mata ini kulihat engkau begitu indah
Warna-warnimu mempesona insan yang memandang
Wangimu menebarkan semerbak aroma hidup
Alangkah sempurna kau menghiasi taman
Bagai lukisan dalam potret alam
Tumbuh, berkembang dan layu
Bagai memberi makna tersirat
Buat insan yang lemah dan pongah
Di taman kehidupan
Hadirmu menarik untuk kumiliki
Tuk’ku simpan dalam taman hati
Agar selalu berbunga indah
Dan mengharumi diri
Bunga-bunga di taman
Tak’ kan selamanya menghiasi alam
Kau kan hilang berganti
Menyatu dengan bumi yang fana ini
Salam buat teman-temanku: Cintailah ia sekedarnya, jangan melebihi cinta kita kepada Rabbi Illahi.
Betawi, di Antara Tradisi dan Syariat Islam
05 Jul 2010 2 Komentar
in agama
Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, menyimpan potensi sejarah dan budaya yang beragam. Perpaduan budaya dan tradisi yang beraneka ragam dari berbagai bangsa merupakan warisan yang perlu kita jaga dan kritisi.
Salah satu tradisi dan budaya yang meramaikan Jakarta, ialah tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh penduduk asli Jakarta, yaitu Betawi. Tradisi dan budaya Betawi merupakan perpaduan beragam tradisi yang ada di Jakarta. Budaya Betawi merupakan adaptasi dari beberapa budaya yang datang dari berbagai tradisi yang berkembang saat itu, yaitu Islam, Hindu, Arab dan Cina. Masyarakat Betawi yang memegang teguh keyakinannya yaitu Islam, telah menjadikan Islam sebagai bagian dari nilai-nilai yang tersiratkan dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari (tradisi). Islam sangat dominan dalam mewarnai budaya yang berkembang di Betawi. Namun, karena masyarakat Betawi hidup diantara budaya dan tradisi yang dibawa bangsa lain, seperti Arab, Cina, Jawa dan Melayu, maka terjadilah pembauran tradisi dan budaya yang ada pada masyarakat Betawi tersebut.
Tradisi dan budaya Betawi yang berkembang saat ini perlu untuk kita kritisi dan perbaiki. Kita perlu memurnikan budaya tersebut agar kemballi pada budaya dan tradisi yang Islami, yang tidak tercampuri dengan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Berikut ini adalah budaya dan tradisi yang berkembang di masyarakat Betawi yang perlu kita cermati dan kritisi.
a. Ruwahan
Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Betawi pada bulan Sya’ban, menjelang datangnya bulan puasa (Ramadhan). Bulan Sya’ban bagi orang Betawi merupakan bulan yang banyak dilakukan aktifitas persiapan menjelang bulan puasa. orang Betawi menyebut bulan Sya’ban dengan sebutan bulan Ruwah atau arwah. Tradisi yang ada pada bulan ini adalah tradisi Ruwahan. Masyarakat Betawi yang mempunyai kerabat dan juga sanak famili yang telah meninggal, dipercaya oleh sebagian orang Betawi, akan datang arwahnya kerumah untuk menengok keluarganya. Kepercayaan seperti ini, kemudian disikapi dengan mengadakan acara Ruwahan, mengundang sanak famili,tetangga dan ustad/kyai untuk selamatan, mendo’akan kerabat dan sanak famili yang telah wafat agar diampuni segala dosa-dosanya semasa hidupnya dan ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya.
b.Nyekar (ziarah kubur)
Masyarakat Jakarta umumnya dan Betawi pada khususnya, menjelang datangnya bulan Ramadhan mengadakan tradisi, yaitu mengunjungi makam kerabat mereka yang telah meninggal. Mereka berziarah kubur, mendo’akan kerabat atau orang yang mereka cintai agar diampuni segala dosa-dosanya. Satu hari menjelang datangnya bulan Ramadhan kita saksikan ramainya makam-makam yang ada di Jakarta dengan peziarah-peziarah yang datang dari berbagai pelosok Jakarta.
Tradisi ini juga dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri, dengan tujuan ahli kubur ikut merasakan suasana hari raya tersebut, sebagaimana sanak famili yang bergembira menyambut datangnya hari raya tersebut.
c.Nisfu Sya’ban
Tradisi Nisfu Sya’ban ini dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban. Masyarakat Betawi pada sore hari menjelang Maghrib, beramai-ramai mendatangi Musholla, masjid atau rumah pengajian, untuk melakukan tradisi Nisfu Sya’ban (Nisfu-an). Acara dilakukan setelah sholat Maghrib, dilanjutkan dengan membaca tahlilan dan surat Yaasin berulang-ulang. Mereka yang melakukan acara ini berharap mendapat berkah di bulan Sya’ban dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan baik.
d.Haul
Tradisi ini banyak dilakukan oleh orang Betawi, dengan mengadakan semacam acara mengenang wafatnya kerabat atau sanak famili mereka yang telah melewati waktu setahun dari kematiannya. Dalam acara ini diadakan tahlilan dan do’a, mendo’akan mereka yang telah meninggal agar diampuni segala dosa-dosanya serta mendapatkan tempat di surga.Acara haul ini banyak juga yang dilaksanakan berbarengan dengan bulan Sya’ban.
e.Tahlilan
Masyarakat Betawi melakukan acara ataupun tradisi tahlilan, manakala ada kerabat mereka yang meninggal. Acara ini dilakukan pada sore dan malam hari dengan mengundang sanak famili, dan para tetangga yang ada disekitar keluarga musibah. Tujuan acara ini, yaitu untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan, agar tabah dan sabar menerima kematian sanak saudaranya. Acara ini diadakan sesuai dengan kemampuan keluarga ahli waris, ada yang tiga hari dan tujuh hari. Kemudian dilanjutkan pada malam keempat belas, seratus hari dan seribuhari.Acara tahlilan, kadang juga menjadi ajang pamer keluarga ahli waris, mereka yang kaya biasanya menyajikan aneka hidangan dan bingkisan yang beragam buat pentakziah (orang yang ikut tahlilan), sementara yang kurang mampu menyediakan hidangan ala kadarnya.
f.Ratiban
Orang Betawi yang ingin melakukan perjalanan jauh (safar), atau menunaikan ibadah haji biasanya mengadakan acara Ratiban. Acara Ratiban ini dilakukan menjelang keberangkatan seseorang ataupun keluarga yang akan melakukan perjalanan ibadah haji ketanah suci. Pada acara ini dilakukan pembacaan ratib dan ceramah agama mengenai seputar ibadah haji. Tuan rumah pada acara ini menyediakan jamuan makan dan bingkisan untuk para tamu atau jamaah yang datang, dengan harapan dido’akan keselamatannya dalam menjalankan ibadah haji, agar menjadi haji yang mabrur.
g.Nujuh Bulanan
Masyarakat Betawi melakukan acara Nujuh Bulanan ini, manakala ada anak perempuannya yang telah berkeluarga dan sedang hamil tujuh bulan. Acara ini dilakukan kaum ibunya dengan mengadakan acara selametan, pembacaan do’a dan surat Maryam ataupun surat Yusuf. Mereka mendo’akan sang ibu dan janin yang dikandungnya agar selamat dan sehat selalu. Mendo’akan anak yang akan lahir menjadi anak yang soleh ataupun soleha. Acara ini biasanya juga disisipkan tradisi rujakan, yang terbuat dari berbagai macam buah termasuk didalamnya buah delima.
Demikianlah, secara sekilas tradisi dan budaya Betawi yang berkembang dan ada pada saat ini. Dengan harapan kita bisa mencermati dan memilah mana budaya yang sesuai dengan ajaran Islam dan mana yang tidak. Walaupun acara maupun tradisi tersebut sudah turun-temurun di masyarakat Betawi, namun kita sebagai generasi penerusnya perlu mengkoreksi tradisi dan budaya yang tidak sesuai dan diajarkan dalam Islam. Mari kita bersihkan tradisi dan budaya Betawi yang masih berbau tahayul,bid’ah dan khurafat dari masyarakat Betawi pada khususnya dan masyarakat Jakarta pada umumnya. Betawi Oke, Islam Oke.
Membangun Ekonomi Ummat
30 Jun 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in agama
“Alangkah indahnya bila harta yang baik berada ditangan orang yang sholeh”(Hadist)
Kita maklum, Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan hidup antara urusan dunia dan akhirat. tidak melulu mengejar kehidupan dunia, atau akhirat semata. Dunia adalah ladang amal (sarana) orang beriman untuk memperbanyak bekal (pahala) menuju kehidupan yang lebih kekal yaitu akhirat. Kita tidak boleh menyepelekan hubungan kita kepada sesama manusia (hablum minannas) dan juga kepada sang pencipta (hablum minallah).
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi…” (al-Qashash:78)
Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk hidup sejahtera dengan bekerja atau berdagang. Kejayaan Islam akan bisa kita capai manakala umatnya hidup berkecukupan dan jauh dari kemiskinan (sejahtera). Karena kemiskinan (kefakiran)rentan terhadap kekafiran. banyak sekali kasus yang menimpa dan mendera orang miskin. Banyak aqidah umat yang tergadai oleh kemiskinan. hal ini sering dimanfaatkan oleh pihak non muslim untuk mempengaruhi kaum muslim yang miskin dan tipis imannya untuk berpindah agama.
Kemiskinan juga mengakibatkan timbulnya dampak sosial yang merugikan umat Islam seperti: kebodohan, kriminalitas dan sikap apatis (malas). Oleh karena itu, Islam melarang umatnya bersikap acuh tak acuh terhadap kondisi yang menimpa saudara-saudaranya yang hidup miskin. Kemiskinan yang melanda sebagian Umat Islam hanya bisa diatasi manakala kita peduli dan memberikan sebagian rezeki yang kita punya untuk mereka yang lemah ekonominya.
Islam pada awal mulanya diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tidak lepas pada masalah ekonomi. Nabi SAW sebelum diangkat sebagai Nabi dan rasul pada masa mudanya adalah seorang pengusaha (pedagang). Beliau pada masanya berkongsi dengan seorang janda pedagang besar yaitu Siti Khodijah, yang dikemudian hari menjadi istrinya. Para sahabat Nabi juga banyak yang menjadi pengusaha, diantaranya Abdurrahman bn Auf, Ustman bin Affan dan lain-lainnya.
Pada saat Nabi melakukan hijrah dari Mekkah ke madinah, hal yang beliau bangun setelah menyatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin ialah membangun masjid dan pasar. Hal ini beliau lakukan agar ekonomi ummat Islam pada saat itu tidak dikuasai oleh orang Yahudi dan Nasrani. Nabi SAW begitu peduli dengan perekonomian ummatnya. Adalah hal yang mustahil, Islam bisa ditegakkan tanpa adanya ekonomi (anfal).
Rukun Islam yang menjadi dasar kita dalam menyempurnakan ketaatan kita kepada Allah SWT, mulai dari syahadat, shalat, puasa zakat dan haji adalah merupakan rangkaian ibadah yang memerlukan sarana (materi). Kita butuh Masjid, madrasah, makanan, pakaian dan sarana lainnya sebagai pendukung ibadah kita. Untuk sholat kita perlu pakaian yang bersih dan layak, untuk berzakat dan berinfaq perlu harta/materi. Apalagi untuk menunaikan ibadah haji memerlukan biaya yang tidak sedikit, makanya ibadah haji hanya diperuntukan untuk kaum muslim yang mampu secara fisik dan materi (ekonomi). Untuk itulah Islam mendorong ummatnya untuk hidup sejahtera dan berkecukupan dalam bidang ekonomi.“Muslim yang kuat lebih dicintai Allah ketimbang muslim yang lemah” (hadist)
Ekonomi memegang peranan yang penting dalam membangun masyarakat untuk menuju masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua adalah membangkitkan ekonomi ummat. Kita harus mengejar ketertinggalan kita dibidang ekonomi. Umat Islam yang mayoritas dalam jumlah penganutnya di Indonesia, namun minim dalam penguasaan ekonominya. Kita lemah dalam penguasaan sumber-sumber ekonomi. Sekarang perekonomian bangsa Indonesia, dikuasai oleh kaum minoritas (etnis Cina).
Kekuatan global yang menjerat dunia Islam dewasa ini, akibat lemahnya kita dalam bidang ekonomi. Negara-negara maju seperti, AS,eropa menjajah negeri ini melalui pengusaan sumber daya alam yang ada di negeri kita. Kita hanya menjadi kuli dinegeri sendiri.
Kita sudah selayaknya mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi ekonomi ummat. Kita harus kembali kepada ekonomi Islam, yang bebas dari pengaruh riba. Kita bangun lembaga-lembaga keuangan syariah seperti:BMT,BPRS dan Bank Syariah. Kita himpun dana kaum muslim melalui zakat, infaq dan shadaqoh, lalu kita berdayakan masyarakat dengan sektor riil/perdagangan agar kita kuat secara ekonomi. Mendorong lahirnya pengusaha muslim yang mandiri dan profesional, serta menyadarkan ummat untuk membelanjakan hartanya hanya kepada pengusaha ataupun pedagang yang seiman dan seaqidah. Jangan memakai apalagi membeli produk-produk buatan yahudi dan nasrani. BISA KHAN!
SAYA BISA
27 Jun 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in agama
Bila Anda berpikir bahwa Anda telah ditaklukkan, maka sebenarnya Anda telah kalah.
Bila Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu, maka anda memang lemah.
Bila Anda ingin menang, tetapi Anda berpikir bahwa Anda tidak bisa menang, maka pastilah Anda tidak bakal menang. Bila Anda berpikir bahwa Anda akan menderita rugi, maka Anda akan betul-betul merugi.
Karena dimanapun diseputar jagad ini, sukses itu hanya berpangkal dari kemampuan seseorang yang mewujudkan jalan pikirannya.
Bila Anda berpikir bahwa kedudukan Anda akan tersisih dalam masyarakat, maka Anda akan mengalami perlakuan yang demikian.
Oleh sebab itu, Anda harus berpikir dalam usaha meningkatkan derajat Anda.
Anda harus yakin benar akan diri Anda sendiri, sebelum Anda berhasil memenangkan suatu hadiah. Pertarungan dalam medan juang hidup ini memang tidak selamanya mendatangkan keuntungan bagi yang kuat ataupun yang cepat.
Akan tetapi lambat atau cepat orang menang itu, adalah orang yang berpikir bahwa :
SAYA SANGGUP ! SAYA BISA !
Halo dunia!
27 Jun 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in agama
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!











Komentar Terakhir