HADIAH DARI SANG PENCIPTA

Siapapun orang dimuka bumi senang bila mendapatkan suatu hadiah. Apalagi hadiah itu sesuatu yang ia butuhkan. Orang yang mendapatkan hadiah tersebut tentu akan berterima kasih kepada orang yang memberikan hadiah tersebut. Ia tentu akan mengingat-ngingat hal tersebut. Ia merasa bangga dan dihargai oleh orang yang memberikan hadiah tersebut. Terlepas orang yang memberikan hadiah tersebut ikhlas atau tidak.

Tapi tidak mungkin orang atau teman anda memberikan hadiah tersebut secara tiba-tiba atau spontan. Orang atau teman kita memberikan hadiah kepada kita tentu ada banyak alasan atau pertimbangan. Bisa jadi kita mendapatkan hadiah karena prestasi belajar kita yang bagus. Atau bagi mereka yang sudah bekerja, dikarenakan prestasi kerja kita yang memuaskan buat atasan dan berbagai alasan lain yang membuat kita mendapatkan hadiah tersebut.

Tapi pernahkah anda berfikir sejenak, setiap saat setiap detik kita mendapatkan hadiah yang berlimpah berupa nikmat sehat, nikmat panca indera yang sempurna dan nikmat-nikmat lain yang sering kita abaikan. Nikmat yang diberikan oleh Allah, nilainya amat tinggi ketimbang hadiah yang diberikan oleh manusia. Tapi kebanyakan manusia menganggap remeh hadiah yang diberikan oleh Allah. Ia tak lagi mengingat-ingat pemberian tersebut apalagi mensyukurinya. Padahal hadiah yang diberikan oleh Sang Pencipta tersebut untuk kebaikan manusia itu sendiri. Bila kita tidak mensyukuri pemberian Allah tersebut maka keburukan yang akan kita terima nantinya. Allah memberikan hadiah kepada siapa saja yang ia kehendaki, orang beriman atau kafir, tua dan muda, kaya dan miskin. Padahal sebagai mahluk ciptaan-Nya kita harus tunduk dan patuh pada perintah-Nya.

Manusia jaman sekarang banyak yang suka mengeluh dan berputus asa. Berbagai alasan yang mengisi benak pikiran manusia, menyebabkan manusia ingkar dan berpaling dari pemberian-Nya. Kita sering menemukan orang-orang yang menghambur-hamburkan waktunya untuk hal-hal yang tak berguna seperti bergosip-ria, mejeng di mall, berwisata ketempat-tempat maksiat, sehingga lupa menunaikan ibadah sholat yang lima waktu. Atau sebaliknya orang-orang yang disibukkan dengan berbagai aktifitas sosial, pekerjaan atau bisnis yang menyita waktu menyebabkan mereka luput mengingat Allah, bagi mereka waktu adalah uang dan segala-galanya.
Manusia mempunyai sifat ingin sehat tapi takut sakit, ingin kaya tapi takut miskin dan ingin umur panjang tapi takut tua dan mati. Padahal Allah menciptakan dunia ini berpasang-pasangan : ada siang dan malam, laki-laki dan perempuan, muda dan tua, kaya dan miskin, baik dan buruk, hidup dan mati serta surga dan neraka. Ketika kita mendapati diri kita miskin, bukan berarti Allah tidak sayang kepada kita, lalu kita berputus asa dan mengingkari nikmat-nikmat Allah yang lain seperti nikmat sehat dan nikmat yang lainnya. Atau bila kita mendapati diri kita kaya dan hidup berkecukupan, bukan berarti Allah membiarkan kita begitu saja. Bisa jadi Allah menguji kita dengan kekayaan yang kita miliki, apakah kita bersyukur atau malah kufur dari nikmat tersebut. Kita sering melihat orang yang diberi kelimpahan rezeki diberi cobaan berupa sakit yang kronis sehingga menguras harta mereka dan tidak bisa menikmati kekayaan yang ia miliki.

Jadi janganlah kita merasa iri dan dengki dengan apa yang orang lain miliki. Karena kebahagiaan yang hakiki adanya didalam hati anda. Bila anda bisa mengendalikan diri anda dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, niscaya kita akan menjadi orang yang paling bahagia didunia ini. Jadikan sabar dan syukur bagian dari hidup kita. Selalu instropeksi atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Dan berbuat yang terbaik selama kita masih diberi hadiah oleh Sang Pencipta.
“Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman (55): 13)

Nb.
Buat semuanya jadikanlah pemberian dari Allah sebagai hadiah yang terindah. Buat Adikku yang hendak “menyempurnakan agamanya” semoga bahagia dengan pasangannya dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Ammiin.
Nantikan tulisan berikutnya: “Susah Lihat Orang Senang, Senang Lihat Orang Susah”. Dan “Susah Nyari Kerja, Bekerja tetap Susah”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.